Dubes Kuwait

Dubes Kuwait Apresiasi Hubungan Bilateral Indonesia yang Terus Berkembang Erat

Dubes Kuwait Apresiasi Hubungan Bilateral Indonesia yang Terus Berkembang Erat
Dubes Kuwait Apresiasi Hubungan Bilateral Indonesia yang Terus Berkembang Erat

JAKARTA - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kuwait dinilai semakin matang dan strategis seiring berjalannya waktu.

Hal tersebut tercermin dari pernyataan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Alyassin, yang menekankan pentingnya kemitraan kedua negara di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, infrastruktur, hingga kemanusiaan. Momentum peringatan Hari Nasional dan Pembebasan Kuwait di Jakarta menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Dalam forum tersebut, Dubes Khalid menegaskan bahwa Kuwait memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara, kata dia, memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati, kepentingan bersama, serta kepatuhan terhadap hukum internasional. Kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diwujudkan melalui berbagai proyek konkret yang berdampak langsung bagi pembangunan.

Hubungan Indonesia–Kuwait Dibangun atas Prinsip Saling Menghormati

Dubes Khalid menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Kuwait terus berkembang secara positif karena dilandasi oleh rasa saling menghormati dan keinginan untuk maju bersama. Dalam sambutannya, ia menilai kedua negara memiliki pandangan sejalan mengenai pentingnya kerja sama internasional yang adil dan berimbang.

“Kuwait sangat menghargai hubungan kuat serta terus berkembang di semua sektor dengan Indonesia,” ujar Khalid.

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut diarahkan untuk melayani kepentingan bersama, baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial, dengan tetap menjunjung tinggi norma-norma hukum internasional. Menurutnya, fondasi hubungan yang kuat inilah yang membuat kemitraan Indonesia–Kuwait mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika global.

Dana Kuwait Jadi Jembatan Persahabatan Pembangunan

Dalam sambutannya, Dubes Khalid juga menyoroti peran Dana Kuwait untuk Pembangunan Ekonomi Arab sebagai salah satu instrumen penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara. Dana tersebut telah berkontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia sejak beberapa dekade lalu.

“Kuwait percaya bahwa pembangunan dan perdamaian adalah dua sisi mata uang yang sama. Dengan semangat ini, Dana Kuwait untuk Pembangunan Ekonomi Arab berfungsi sebagai jembatan persahabatan yang vital,” ujarnya.

Sejak tahun 1977, dana tersebut telah membiayai berbagai proyek strategis di Indonesia, seperti pembangunan jalan, jembatan, hingga pembangkit listrik. Proyek-proyek tersebut dinilai tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Kuwait melalui kerja sama yang berkelanjutan.

Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Terus Menguat

Selain sektor pembangunan, hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Kuwait juga menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Dubes Khalid menyebutkan bahwa investasi Kuwait di Indonesia terus meningkat, seiring dengan semakin terbukanya peluang kerja sama di berbagai bidang strategis.

“Investasi Kuwait di Indonesia meningkat, dilengkapi dengan kerja sama kita di sektor minyak dan gas, termasuk proyek eksplorasi di wilayah Natuna, Seram, Buton, dan Anambas,” ujarnya.

Kerja sama di sektor energi tersebut menjadi salah satu pilar utama dalam hubungan ekonomi kedua negara. Indonesia, dengan potensi sumber daya alamnya, dinilai sebagai mitra strategis bagi Kuwait dalam memperluas kerja sama di bidang minyak dan gas, sekaligus mendukung ketahanan energi kedua negara.

Peran Kemanusiaan Kuwait untuk Solidaritas Global

Di luar kerja sama ekonomi, Dubes Khalid juga menegaskan komitmen Kuwait dalam bidang kemanusiaan. Ia menyebutkan bahwa negaranya selalu berupaya hadir memberikan bantuan dan pertolongan ketika dibutuhkan, termasuk kepada Indonesia, sebagai wujud solidaritas dan persaudaraan antar manusia.

Menurutnya, bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Kuwait dalam hubungan internasional. Melalui berbagai program bantuan, Kuwait berupaya meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan, sekaligus memperkuat ikatan emosional antarbangsa.

58 Tahun Hubungan Diplomatik yang Terus Diperkuat

Indonesia dan Kuwait sendiri telah menjalin hubungan diplomatik selama 58 tahun sejak hubungan formal dimulai pada 28 Februari 1968. Selama periode tersebut, hubungan kedua negara terus mengalami perkembangan yang positif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Peringatan Hari Nasional Kuwait ke-65 pada 25 Februari dan Hari Pembebasan ke-35 pada 26 Februari menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen kedua negara dalam melanjutkan kemitraan strategis. Dubes Khalid berharap hubungan Indonesia dan Kuwait dapat terus diperkuat di masa mendatang, dengan menjajaki peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan.

Dengan fondasi hubungan yang kuat, kerja sama konkret di berbagai sektor, serta semangat persahabatan yang terjaga, Indonesia dan Kuwait diyakini mampu terus melangkah bersama menghadapi tantangan global sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index