JAKARTA – Menjelang Natal 2025, PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur menekankan kesiapsiagaan pasokan listrik agar setiap gereja di wilayah kerjanya tetap menerima listrik stabil. Total 19 gereja yang tersebar di Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Bangli menjadi fokus utama agar ibadah dan perayaan Natal berjalan lancar.
Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menegaskan, “Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, agar umat dapat melaksanakan ibadah dan perayaan Natal dengan khusyuk. Listrik yang stabil adalah bagian dari pelayanan kami untuk mendukung kekhidmatan ibadah Natal.”
Pemetaan Lokasi dan Pemeriksaan Infrastruktur
PLN melakukan pemetaan titik strategis untuk menentukan gereja mana saja yang menjadi prioritas penanganan gangguan listrik. Hasil pemetaan menunjukkan 9 gereja di Gianyar, 5 gereja di Klungkung, 4 gereja di Karangasem, dan 1 gereja di Bangli.
Tim teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh pada trafo, panel distribusi, dan kabel utama. Tujuan pemeriksaan ini adalah meminimalkan risiko gangguan listrik dan memastikan pasokan tetap lancar selama Natal. Tim juga memeriksa kapasitas listrik cadangan yang tersedia untuk menghadapi lonjakan penggunaan listrik, terutama saat malam Natal dan misa besar.
Siaga Peralatan Cadangan dan Tim Darurat
Untuk mengantisipasi gangguan listrik, PLN menyiagakan berbagai sumber daya:
Tim Respons Cepat: Personel dari 5 Posko Siaga Distribusi siap merespons laporan gangguan di lokasi gereja dengan prioritas tinggi.
Peralatan Cadangan: 9 unit genset, 9 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 2 unit UPS ditempatkan secara strategis.
Armada Patroli: 29 mobil operasional dan 7 sepeda motor beroperasi 24 jam untuk menjamin respon gangguan cepat.
Langkah-langkah ini bagian dari program PLN Listrik Untuk Rakyat, memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dengan nyaman tanpa terganggu gangguan listrik.
Koordinasi Proaktif dengan Pengurus Gereja
Selain kesiapan teknis, PLN aktif berkoordinasi dengan pengurus gereja. Setiap pengurus diberikan panduan teknis terkait laporan gangguan dan pemanfaatan cadangan listrik.
“Kami ingin panitia dan jemaat fokus pada ibadah, sementara tanggung jawab listrik ada pada PLN. Kami siap memastikan listrik tetap menyala di setiap gereja,” ujar Imadya Nareswari. Koordinasi ini mencakup pelatihan teknis dan simulasi cadangan listrik agar semua prosedur berjalan lancar saat dibutuhkan.
Pemantauan Jaringan Secara Terpadu
PLN UP3 Bali Timur melakukan pemantauan jaringan secara berkelanjutan menggunakan sistem terpadu. Armada patroli dan tim darurat selalu siap diterjunkan jika terjadi gangguan listrik.
Setiap langkah ini memastikan perayaan Natal 2025 di Bali Timur berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh umat Kristiani, sekaligus menjamin keandalan listrik bagi masyarakat di sekitarnya.