Danantara

Danantara Bangun Hunian Tetap di Tanah Datar, Target Rampung 4 Bulan untuk Pemulihan Pascabencana

Danantara Bangun Hunian Tetap di Tanah Datar, Target Rampung 4 Bulan untuk Pemulihan Pascabencana
Danantara Bangun Hunian Tetap di Tanah Datar, Target Rampung Empat Bulan untuk Pemulihan Pascabencana

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat terus dikebut. Salah satu langkah konkret dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dengan memulai pembangunan hunian tetap atau huntap di Kabupaten Tanah Datar.

Proyek ini diharapkan menjadi fondasi awal pemulihan kehidupan warga terdampak sekaligus penggerak kebangkitan ekonomi daerah.

Pembangunan huntap dilakukan di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, dan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Kamis. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah layak huni, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kondisi sosial serta mendorong roda ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui program ini, Danantara menargetkan penyelesaian pembangunan dalam waktu relatif singkat, yakni tiga hingga empat bulan. Dengan demikian, warga diharapkan bisa segera menempati hunian baru dan kembali menjalani aktivitas secara normal.

Percepatan Pemulihan Pascabencana di Tanah Datar

Pembangunan hunian tetap menjadi bagian dari strategi pemulihan menyeluruh yang dijalankan Danantara di Sumatera Barat. Proyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang, menggantikan hunian sementara yang selama ini ditempati warga terdampak bencana.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembangunan huntap memiliki makna strategis yang jauh melampaui fungsi tempat tinggal. Menurutnya, keberadaan hunian tetap merupakan simbol kebangkitan dan optimisme masyarakat.

?"Huntap ini bukan sekadar rumah. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi dan mental. Sumbar harus bangkit. Kita pernah berada di posisi terbaik, dan hari ini justru berada di posisi dua terburuk secara nasional,” ujar Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan besar agar pembangunan huntap dapat menjadi titik balik bagi kondisi sosial dan ekonomi Sumatera Barat.

Tantangan Ekonomi Sumbar dan Harapan Pemulihan

Dalam penjelasannya, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Sumatera Barat saat ini menghadapi tantangan cukup serius. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat berada di kisaran 3,5 persen, sementara tingkat inflasi mencapai sekitar 6 persen.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu persoalan sosial apabila tidak segera diantisipasi melalui langkah-langkah konkret. Oleh karena itu, pembangunan huntap diposisikan sebagai bagian dari solusi terpadu yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara luas.

Kabupaten Tanah Datar diharapkan dapat menjadi daerah percontohan dalam pemulihan ekonomi di Sumatera Barat. Selain pembangunan hunian tetap, Danantara juga mendorong penguatan sektor-sektor pendukung lainnya agar pemulihan dapat berjalan berkelanjutan.

Sekolah Rakyat dan Penguatan SDM Masyarakat

Selain pembangunan hunian, Danantara juga menyiapkan langkah lanjutan di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu program yang direncanakan adalah pembangunan Sekolah Rakyat sebagai sarana pendidikan gratis dan berkualitas.

?"Sekolah Rakyat akan menampung sekitar 3.000 siswa dengan pendidikan gratis dan berkualitas, mulai dari SD, SMP hingga SMA, lengkap dengan asrama,” kata Dony.

Program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga terdampak, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Pendidikan dipandang sebagai kunci penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Penyediaan Lahan

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pembangunan huntap tersebut. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 1,8 hektare untuk pembangunan awal, serta cadangan sekitar 4 hektare untuk pengembangan berikutnya.

?"Kami bergerak cepat. Saat daerah lain masih membangun hunian sementara, kita sudah masuk tahap hunian tetap. Saat ini akan dibangun 80 unit rumah, dan jika masih dibutuhkan, lahan cadangan siap digunakan,” kata Eka Putra.

Selain penyediaan hunian, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program tersebut meliputi pembentukan kelompok tani hingga penyediaan mesin jahit untuk mendukung usaha warga agar aktivitas ekonomi dapat terus berjalan.

Apresiasi DPR dan Harapan Perluasan Program

Langkah cepat Danantara juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Ia menilai respons cepat dalam penanganan pascabencana menjadi contoh positif bagi pelayanan badan usaha milik negara ke depan.

?"Hari ini kita menyaksikan peletakan batu pertama huntap. Danantara bergerak cepat, menyalurkan ratusan alat berat dan ratusan ribu paket sembako melalui BUMN. Pelayanan BUMN ke depan harus semakin cepat dan tepat,” ujarnya.

Andre berharap pembangunan hunian tetap tidak hanya terbatas di Tanah Datar, tetapi dapat diperluas ke wilayah lain di Sumatera Barat yang juga terdampak bencana. Menurutnya, kualitas hunian sementara sebelumnya sudah cukup baik, dan huntap yang dibangun diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik lagi.

Dengan sinergi antara Danantara, pemerintah daerah, dan DPR RI, pembangunan hunian tetap di Tanah Datar diharapkan menjadi tonggak penting pemulihan pascabencana, sekaligus fondasi penguatan ekonomi dan sosial masyarakat Sumatera Barat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index